Tausiyah Habibana Munzir Bin Fuad Al Musawa

Telah saia dengar dari seorang Arif billah, murid dari Hb Salim As Syatiri, Rubat, Tarim, Hadhramaut teman seperjuangan Guru Mulia Al Musnid Hb Umar bin Hafidh, Yaitu Buya Yahya.

Mengabarkan Sabda Rasul saw yg tertera dalam Al Mustadrak ala Shahihain.

“Riya itu masuk kedalam hati lebih lembut dari langkah kaki semut hitam di kegelapan malam di atas batu hitam”

Masya Allah,
Betapa jelasnya Rasul saw mengabarkan tentang Riya dengan perumpamaan yg indah dan bermakna sangat dalam.

Coba kalian perhatikan konteks hadits tersebut,
“Penyakit Riya masuk ke dalam hati lebih lembut dari langkah kaki semut hitam di kegelapan malam di atas batu hitam”

Kalimat yg digunakan adalah LEBIH LEMBUT, bukan SELEMBUT langkah kaki semut hitam. BUKAN lebih lembut dari semutnya atau kakinya, namun LEBIH LEMBUT DARI LANGKAH KAKI SEMUT HITAM.

Di kegelapan malam di atas batu hitam.
Jangankan semut hitam, semut merah pun yg berjalan di dedaunan atau di bebatuan ataupun di atas kulit kita disaat matahari terik pun, seringkali mata kita ataupun kulit ini tak menyadarinya. Lalu bagaimana dengan semut hitam yg berjalan di kegelapan malam di atas batu hitam????

Saudara-saudariku,
Saia bicara disini dalam ruang lingkup keluarga Cidodol Team.
Mungkin barangkali ada diantara kalian yg mempertanyakan tentang timbal balik Cidodol Team kepada Majelis Rasulullah saw pusat.

“Apakah Cidodol menyumbang infak untuk MR pusat? Kok ga kedengeran atau ga ada kabarnya sih???”

Yaa Akhi wa Ukhti,
Ketulusan sendiri adalah hal yang amat lembut bersembunyi dilubuk hati dan bukan kata terucap dengan lidah. Kami mempunyai cara tersendiri dalam hal ini, karena kami telah mengetahui seblumnya sabda Nabi saw tersebut, Namun bukan kami takut beribadah karena takut Riya, Takut ibadah karena takut riya adakah Riya.

Kami hanya mewaspadai Riya yg dikabarkan Nabi saw yg masuknya sangat” tidak kami sadari kedalam hati, lebih lembut dari langkah semut hitam yg berjalan dalam kegelapan malam diatas batu hitam.

Kami tidak akan memberitahukan pada publik apa” yg telah kami berikan pada MR pusat, sebagaimana saudara kita yg lain, yg mungkin ketika menyumbang, lalu nama si penyumbang itu disebut panitia, lalu ada sesuatu dalam hati yg membuat berbunga ketika namanya disebut sebagai penyumbang.

Kita jangan menjadi penyebab atau perantara gugurnya amal ibadah saudara-saudari kita

biarlah hanya kita dan Allah yg tau, demi menyelamatkan amal ibadah yg telah kita bangun agar tak hancur terkikis oleh Riya.

Namun, bagi yg ingin mengetahui apa” saja yg telah Kita perbuat untuk MR pusat khususnya dan kebaikan yg lain umumnya, Silahkan anda bertanya kepada saia secara personal, yg artinya itu adalah untuk anda pribadi, maksudnya jika ada kehendak dari Allah yg terselip dalam niat anda pribadi, maka kehendak Allah itu hanya untuk anda, bukan untuk saudara” anda.

Kita satu jalur, satu tujuan dengan cabang MR lainnya atau gerakan kemaslahatan untuk MR. Namun, kita punya cara sendiri untuk mengabdi kepada Sayyidil Habib Munzir Almusawa (Semoga Allah melimpahkan afiah kepada beliau).

Yg tetap mengambil cara yg kami pakai, mari istiqamah berjalan dengan kami. Jika menyukai cara lain, silahkan ambil jalan tersebut.

Kami & kalian adalah Majelis Rasulullah saw….

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s