Demi Masa

Rembulan cukup terangi malam

Dalam setiap langkah – langkah yang terlalui malam ini

 

Daun pun lelah bertenger di rantingnya

Namun tetap mereka tak mengetahui rahasia langit dan bumi

Mereka anggap semua hanya angin lalu

Tak mereka lihat apa yang bersembunyi di balik karang itu

 

Dia yang maha pengasih

Mereka abaikan apa yang diberi-nya

Dalam keangkuhan mereka tapaki siang dan malam

Seakan bumi adalah milik – nya

 

Dia penguasa hari pembalasan

Tapi mereka berlagak tidak tahu akan janji – janji nya

Seakan diri mereka abadi dalam kehidupan

 

Apa yang terjadi bila “apa yang ada didalam diri mu pergi?”

 

Mata hanya terbelalak dalam sakratul maut

Terbata dan terbata

Kata ingin meminta ampunan pada -nya

Kini lenyap kesombongan dari lidah sang pengingkar

 

Apa yang terasa “Saat diri mu masuk ke lubang hitam?”

Teriak pun tak ada yang dengar

Hanya tangis yang dapat dilakukan

Berharap ada yang menarik ku keluar dari kegelapan

 

“Demi masa, bahwa manusia itu benar – benar dalam kerugian”

Kini baru terasa kesia – siaan

 

Hidup nyata-nya hanyalah kesementaraan

Tidak kah kau sadar baru sebentar kau merengek dalam timangan

Kini kau sudah beranjak dewasa

 

Sadarilah sisa hidup mu

Sebelum kerugian hampiri diri mu

About chandechildz

I'm the simple man Always happy everday every time every well View all posts by chandechildz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: