Meraih Keindahan

Kutipan Perbincangan Anak dan Ayah-nya, Anak itu mengeluh tidak kuat untuk menjalani hidup-nya yang terlalu sulit.

 

Anak : Ayah aku tidak kuat untuk menghadapi masalah ku kali ini? ini terlalu sulit aku tidak tahan??

Ayah : Bersabarlah nak

Anak : unutk kali ini aku tak yakin untuk bersabar ayah!

 

Lalu si Ayah mengajak putra-nya ke dapur yang kebetulan Ayah-nya adalah seorang koki. Selepas di dapur Ayah-nya mengambil Wartel, Telur, dan Bubuk Kopi. Lalu di a juga menyiapkan 3 panci untuk merebus ke 3 bahan tadi.

Ayah : Masukan Wartel di Panci pertama, lalu Telur di panci ke 2 dan Kopi di panci ke 3 (Pinta ayah kepada anak)!

 

Sontak si anak memasukan bahan – bahan tersebut ke panci yang sudah di perintahkan ayah-nya.

Anak : Apa yang ayah ingin lakukan? Kenapa kita malah memasak?

Ayah : Sabarlah nak kita tunggu 20 menit.

 

Dengan sabar anak dan ayah itu menunggu, dan akhirnya 20 menit telah berlalu. Dan ayah pun membuka tiap – tiap penutup panci tersebut.

Ayah :  Nah nak coba buka panci pertama! apa yang terjadi dengan Wartel yang tadi?

Anak : Wartel-nya menjadi lunak yah.

Ayah :  Sekarang buka panci yang ke 2, lalu kupas kulit terlur’a! Apa yang terjadi dengan Telur-nya?

Anak : Telurnya menjadi padat ayah.

Ayah :  Sekarang buka Panci yang ke 3! dan tuangkan ke dalam gelas dan cobalah minum!

Lalu si anak pun menuangkan isi panci ke 3 yang berisi kopi ke dalam gelas, lalu dia mencium aroma yang sedap dan sambil tersenyum dia meminum air kopi tersebut.

Ayah :  Nah lihatlah ke 3 bahan ini menunjukan hasil yang berbeda saat sama – sama direndam di air yang mendidih. Disinilah dirimu mana yang akan kamu pilih?

Apa kamu akan menjadi Wortel yang tadinya kuat , keras namun saat di rebus malah berubah menjadi Lunak

Atau kamu akan menjadi  Telur yang tadinya lembut dan mempunyai cangkang yang kuat untuk melindungi isi dalamnya namun saat di rebus dia malah menjadi Keras serta Padat

Atau kamu akan menjadi Kopi yang saat direbus dengan air mendidih dia menyatu dan berubah menjadi air yang harum dan nikmat.

Ayah : Anak ku jadi lah kau seperti Bubuk Kopi tersebut yang disaat kau diterpa kesulitan dan kesusahan yang teramat pedih namun kau bisa menyelesaikannya dan memberikan keindahan kepada orang – orang disekeliling mu. Percayalah bahwa hanya kepada tuhan lah kamu kembali tiada yang sulit didunia ini. hanya kita yang membuat seakan – akan itu terasa sulit! Karena Allah SWT tidak pernah memberikan cobaan kepada hambanya melampaui kemampuan hambanya.

 

Dari sini kita dapat belajar bahwa suatu KEINDAHAN didapat tidak dengan sekejap saja. Namun untuk meraih keindahan kita harus melewati kesulitan, cobaan dari ALLAH SWT.

Semoga thread ini dapat berharga bagi teman – teman sekalian. kurang lebih saya mohon maaf. Terima Kasih

 

Referensi : Diambil dari kutipan buku “Sentuhan Kalbu”

About chandechildz

I'm the simple man Always happy everday every time every well View all posts by chandechildz

4 responses to “Meraih Keindahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: