Saat Waktu Berhenti

aku adalah seorang pekerja yang sangat sibuk dengan rutinitas hidup ku .. Suatu hari di petang hari setelah ku sibuk dengan rutinitas kerja ku yang telah membuat raga ini lelah aku lekas ke kamar tidur, ku abaikan keluarga ku yang sedang bercengkrama di ruang tamu rumah ku!

Lekas ku longarkan dasi yang sedari tadi terasa mencekik leher ini, dan adzan pun berkumandang … Tapi lelah terasa tubuh ini untuk lekas mengambil wudhu dan bersujud kepada tuhan, ku fikir tuhan pasti akan mengerti dengan ke lelahan ku ini?

Tak disangka ku tertidur dalam lelah ku! terbuai ku dengan angin dari kipas yang menerpa tubuh ku .. Namun tiba – tiba ku merasa sesak seperti ada yang ingin keluar dari tubuh ku?? Lalu ku lihat ada seseorang dengan pakain serba putih menghampiri ku! Ku tak mengenal -nya, ku tak  tahu siapa dia ..

Aku ingin berteriak karena rasa sakit yang ku alami ini namun tak bisa .. Aku hanya meraung kesakitan!! Makin lama makin sakit, terasa ada yang melewati tenggorokan ku?? apa yang dilakukan orang berpakaian putih itu ?? kenapa dia bisa masuk ke kamar ku?? Apakah dia yang membuat ku merasakan sakit yang teramat ini??

Namun tiba – tiba tubuh ku terasa tak ada beban!! Ku seperti melayang sangat ringan .. Lalu ku lihat keluarga ku, mereka yang tadi bercengkrama di ruang tamu tiba – tiba berhamburan ke kamar ku ..

Mereka menangis .. “Mengapa kalian menangis??” Aku bertanya pada mereka namun mereka tidak mendengar ku .. Lalu aku berteriak sekencang – kencang nya aku memanggil mereka “Istri ku, mengapa kau menangis?? Anak ku kenapa kalian??” Namun mereka tetap tidak mendengar ..

Lalu ku lihat seseorang yang mereka tangisi, siapa dia? mengapa mereka menagisi mereka? Apakah dia pria yang memakai baju serba putih itu?.. Namun teramat kaget aku setelah ku lihat pakaian – nya seperti yang ku pakai tadi. Terbelalak mata ku saat ku lihat wajah – nya, dia mirip dengan ku? Apa yang sebenarnya terjadi pada ku?

Aku berteriak dengan kencang “Aku ada disini!! Siapa pria itu?? Mengapa dia mirip dengan ku??” Lalu ku coba raih tubuh mereka namun ku tak bisa .. Apakah aku sudah mati? Apakah pria tadi adalah malaikat maut??

“Tidaaaaakkkk!!!” Aku berteriak aku menangis sekencang – kencangnya .. Aku menyesal kenapa aku tidak dapat luangkan waktu ku untuk sekedar bersujud kepada tuhan!! Dan kini sudah terlambat .. Seandainya aku lebih bisa mengatur waktu pasti saat sepulang kerja aku kan luangkan waktu ku untuk keluarga ku lalu ku kan bersujud kepada tuhan ku !! Namun semua telah terlambat .. Kini aku hanya dapat menyesal akan semua dosa yang ku lakukan .. Perhatian yang tidak sempat ku berikan pada keluarga ku …

 

 

Referensi : Dari buku ” Sentuhan Kalbu –  Antrian Kematian”

About chandechildz

I'm the simple man Always happy everday every time every well View all posts by chandechildz

One response to “Saat Waktu Berhenti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: