Menanti Hujan “Bab.1.4″

Bab 1.4 Menanti Hujan | Hujan Masa Kecil Ku

“San pukul yang bener … ?” Teriak Andri pada ku. Saat ini kami sedang bermain bola kasti atau bahasa gaulnya SoftBall. Dalam permainan kami biasanya bermain dengan 5 orang per team. Danar dan achong sekarang menjadi lawan ku! Sedangkan andri satu team bersama ku. Sekarang giliran aku memukul bola, Danar telah bersiap melempar bola ke arah ku! “Siap – siap ya sann …” Celoteh dia pada ku “Gak bakal lolos coba aja ! :D” Dengan penuh keyakinan aku pukul bola yang tepat ke arah ku dengan sebuah batang kayu. Dan tepat pada sasaran, bola pun melayang lumayan jauh dan team lawan sibuk mengambil bola yang harus segera di lempar ke arah pemain yang tidak ada di posisi base.

“Yes Lolos … One Hit nar! Hahaha :D” Teriak ku sambil sedikit mengejek team lawan ku. Dan sekarang giliran Nur yang menjadi pemukul bolanya, Danar masih tetap menjadi pelempar bola karena dia dikenal memiliki stamina dan tangan yang kuat postur tubuhnya pun paling besar dibandingkand dengan kawan – kawan ku yang lain. “Nih pukul Nur kalau bisa !!” Danar pun melempar dengan kuat, Nur tidak dapat memukul bola tersebut yang akhirnya kami berganti posisi karena Nur gagal memukul hingga 3 kali.

“Sekarang giliran gua san.. Siap – siap lou!” Dengan nada agak mengancam seperti seseorang yang ingin membalas dendam kepada orang yang telah menyakitinya😦. Eko dipilih untuk melempar bola, dia adalah salah satu saingan danar dalam hal ketangkasan. “Nih nar terima ..!” Eko pun melempar bola ke arah danar. Tapi mungkin insting danar memang kuat, dia langsung memukul bola hingga melayang dengan jarak yang jauh. Dia pun dapat mendapatkan point strike. “Hahah mana ko? One Hit tuh … :D” Jelas Danar sambil sedikit mengejek – ejek ke arah Eko.

Kami terus bermain hingga sore pun menjelang. Sungguh tidak terasa waktu saat kita terbuai oleh kenikmatan, kami pun lekas pulang untuk membersihkan diri. “Nar nanti malam keluar gak?” Tanya Andri kepada Danar, “Boleh – boleh ….Nanti malem main apa nih?” Jelasnya kepada teman – teman ku. “Ya udah liat nanti malem aja … Ntar malem pada keluar ya … Kita lanjutin lagi :D” Jelas Andri pada yang lain. Dan mereka pun sontak menyetujui ide Andri untuk melanjutkan sebuah permainan nanti malam.

Akhirnya Malam pun menjelang. Dan selepas ‘isya kami pun mulai keluar dari tempat persembunyian kami, satu persatu kawan – kawan ku berkumpul di sebuah garasi. Itu satu – satunya tempat kami berkumpul karena memang di kawasan pemukiman kami lapangan tidak ada! Jalanan dan Gang adalah tempat bermain kami. Tiada bosan kami berlari di tempat itu.

(Bersambung …)

About chandechildz

I'm the simple man Always happy everday every time every well View all posts by chandechildz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: