Pemuda, Oasis, Dan Istana

Pada suatu hari ada seorang pemuda yang didatangi oleh seorang pria tua, pria tua itu memberikan suatu kunci istana yang megah bagi pemuda itu. Istana itu sangatlah luas, banyak ditanami pohon kurma dan anggur serta kolam susu yang luas. Juga ada para dayang – dayang yang akan selalu menemani pemilik istana tersebut. Namun pria tua itu hanya memberikan waktu 30 hari untuk pemuda itu sampai disana, bila tidak maka istana itu tidak akan jadi miliknya.

Pemuda itu pun bersiap untuk pergi menuju istana tersebut, namun ditengah perjalanan di padang pasir yang sangat panas pemuda itu terdiam kelelahan tanpa sengaja dia melihat ada Oasis yang indah sekitar 15 meter dari jarak dia berdiri. Dia pun dengan senang berlari menghampiri Oasis itu, alangkah terkejutnya dia saat melihat Oasis yang begitu indah. Dia pun terbuai di Oasis tersebut.

Segera dia hilangkan haus yang teramat sangat karena perjalanannya, “Wah segarnya … Ini sungguh Oasis yang indah” Dia pun tercengang karena keindahannya, lalu dia memutuskan untuk membuat kemah disana untuk singgah semalam saja disana. Namun setelah pagi menjelang dia teramat berat untuk meninggalkan Oasis tersebut, “Ahhh lebih baik ku buat rumah disini … Lagian juga belum tentu kata kakek itu benar? bisa saja istana itu hanya sebuah rumah biasa … Namun Oasis ini NYATA – nya sungguh indah …” lalu dia memutuskan membuat rumah disana dia hiasi dengan indahnya rumah di Oasis tersebut.

Namun saat dilelap tidurnya ditengah pada pasir di Oasis tersebut dia terniang akan kata – kata kakek tersebut dia pun terbangun dari tidurnya. Tanpa dia sadari waktunya hanya tinggal 2 hari lagi, dia pun berlari menuju istana indah tersebut. Dengan nafas terengah – engah dia pun terjatuh di padang pasir yang panas seakan membakar tulang, lalu dia dapati di hadapannya istana yang indah dan kakek di gerbang istana itu.

“Kau terlambat..” kata kakek tersebut, “Aku hanya terlambat 2jam … “ jawab pria itu “Tetap saja kau tidak menepati janji … kau terbuai akan keindahan sesaat … kau melupakan tujuan utama mu … kau lalai .. dan kau tak pantas menerima ini semua” lekas kakek itu pun masuk kedalam istana itu setelah mengambil kunci yang berada di tangan pemuda yang sudah tak berdaya walau hanya untuk merangkak saja. “Jangan tinggalkan aku … atau beri aku sedikit air dan makanan agar ku dapat berdiri” pinta pemuda itu dengan wajah memelas. Namun kakek itu tak menghimbau nya dia masuk ke istana dan meninggalkan pemuda itu mati karena lelah dan laparnya.

Kawan dari renungan ini dapat kita ambil kesimpulan bahwa untuk beribadah kita tidak boleh menunda – nundahnya, kita sering berbicara kalau kita ingin masuk surga namun kita sendiri enggan untuk bersujud sejenak kepada Allah Ta’ala. Kita sibuk menghiasi dunia yang fana yang hanya sementara, namun kita lupa bahwa akherat lah yang hakiki dan kita sama sekali tidak menghiasnya. Pada akhir kehidupan malah penyesalan yang kita dapat namun itu semua sudah terlambat.

Jangan pernah menunda untuk berbuat baik, beribadah, bertaubat. Karena kita tidak tahu kapan waktu kita di dunia akan habis, bisa sekarang esok lusa atau detik ini juga ruh kita ditarik dari jasad yang hina ini. Mari kita bertafakur dan mulai memikirkan sesuatu yang hakiki, jangan kita terbuai akan dunia yang fana ini.

Created. Aulia Ikhsan ( Buah Tafakur )

About chandechildz

I'm the simple man Always happy everday every time every well View all posts by chandechildz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: