Pemuda, Kawan, Dan Penyesalan

Ku berjalan dalam gelap malam disaat ku melihat sepasang muda mudi sedang bercumbu dibawah pohon mangga yang sepi dari kerumunan manusia, sontak ku tegur mereka. “Hai sedang apa kalian disini?” Ternyata sepasang muda mudi itu sedang melakukan hal yang tidak dapat ku gambarkan keburukannya, dan yang lebih mencengangkan si wanita nya itu adalah teman ku! Teman bermain ku dulu sontak ku terkaget melihat pandangan tersebut.

“Sedang apa kamu disini teman ku? mengapa kamu melakukan hal yang hina ini?” Tanya ku pada teman wanita ku itu, “Sono lou ngapain disini!” Ia melempar ku dengan kerikil kecil dan mengusir ku seakan – akan aku hewan hina yang sedang melihat mereka melakukan hal yang hina itu. “Ayo mendingan kamu pulang teman ku..” Pinta ku dengan santun, namun si pria pacar teman ku langsung berdiri dan mendorong ku.

Aku merasa kecewa dengan perlakuan mereka pada ku, dan aku sungguh kecewa dengan teman ku yang melakukan hal yang hina itu. Sontak aku pun berkata dengan sedikit menekan kata – kata ku “Bila kamu tidak pulang dan lebih percaya dengan pria hina disamping mu itu yang kamu kira MENCINTAI diri mu itu maka kelak kamu sendiri yang akan menyesal, dia hanya menuruti nafsu bukan hati! aku tidak mau kamu kelak menyesal dan penyesalan mu terlambat ..”. Tapi pernyataan ku hanya dianggap angin lalu olehnya, teman ku tidak menghiraukan ku. Aku pun pergi sambil berharap dalam hati semoga ia lekas mendengarkan kata ku dan berlari pulang.

Sudah 2 bulan berlalu dari kejadian yang dulu ku alami, saat ku berjalan ditengah malam melewati tempat yang sama ku terkenang masa – masa buruk itu. Dan alangkah kagetnya aku saat ku melihat teman ku sedang berdiri sendiri,”Sedang apa dia disana sendiri?” Gumam ku dalam hati, dan sontak ku terkaget tiba – tiba dia naik ke sebuah bangku yang memang disediakan disana dan mengaitkan kepalanya kesebuah tali. Aku pun berlari menghampirinya yang sepertinya ingin mengakhiri hidupnya itu.

“Kamu mau ngapain sih?” Ku menariknya agar turun, dia pun menoleh ke arah ku “Arif … :'(” Dia tiba – tiba memeluk ku dengan erat sontak langsung ku melepaskan pelukan itu. “Maaf .. Kamu kenapa ngapain pake ada tali segala?” Tanya ku padanya, “Rif gua hamil … And pacar gua gak mau tanggung jawab … Gua bingung harus gimana lagi? Gua takut ma Orang tua gua rif…” Aku kaget mendengar pernyataannya. Aku pun coba menenangkannya yang menangis tiada hentinya itu.

Aku pun terniang dengan kejadian masa lalu, seandainya aku bisa lebih tegas aku bisa lebih berani mungkin hasilnya tidak akan seperti ini.

[Kawan kenalilah keadaan mu.. Jangan sampai kalian menyesal pada waktu yang salah, jagalah diri kalian dari sesuatu yang merusak kalian. Cinta bukanlah sesuatu yang “DIJUAL” namun Cinta adalah sesuatu yang “DIJAGA” itulah perbedaan Nafsu dan Cinta. Nafsu adalah sesuatu yang kelak kan “TERJUAL” namun Cinta adalah sesuatu yang sampai kapan pun akan “TETAP DIJAGA“.

Dan jangan lah pernah lelah untuk mencoba mencari kebenaran jangan sampai kalian melakukan kesalahan yang tidak kalian ketahu serta jangan pernah menyerah untuk mengajak kepada kebenaran.]

Created. Aulia Ikhsan (Buah Tafakur)

About chandechildz

I'm the simple man Always happy everday every time every well View all posts by chandechildz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: