Pemuda, Penjudi, Dan Kematian

Di suatu hari yang terik sekumpulan pemuda yang sedang duduk menahan panas siang itu berbincang – bincang sambil bermain JUDI, saat sedang asik bermain tiba – tiba terdengar suara adzan dari masjid didekat tempat mereka bermain. Namun mereka tidak menghiraukan panggilan cinta itu, mereka sibuk dengan permainan mereka.

Tiba – tiba seorang pemuda berjalan sambil menunduk, dengan peci putih yang menutupi rambutnya. Harumnya semerbak hingga yang didekatnya dapat mencium aroma pemuda tersebut. Dengan kepala menunduk sambil melangkah agak cepat ia melangkah menuju arah panggilan cinta tersebut, ia pun melewati para pemuda yang sedang sibuk bermain Judi tersebut. “Permisi A’ … Sholat yuk A'” Sahut pemuda sambil tersenyum kepada para penjudi tersebut, “Ngapain? Dah pernah sholat gue!” Jawab salah satu penjudi. “Kalau begitu sekarang kita sholat aja A’ bareng – bareng …” “Ahh lou ganggu aja … Sono pergi dari pada gua gampar lou!!” Gertak para penjudi itu “Tapi waktunya nanti keburu habis A’ … Kan kita gak tau sebatas mana umur kita?” Pemuda itu masih memaksa untuk mengajak mereka ke masjid. “Umur kite masih panjang … Sono lou mau sholat aja ganggu yang lain …” Salah satu penjudi mendorong pemuda itu hingga tersungkur ke tanah, akhirnya pemuda itu pun pergi ke masjid sambil berlinang air matanya karena sedih melihat teman sepermainannya dulu kini sudah berubah dan menjauh dari ALLAH Ta’ala.

 

Saat pemuda itu sedang menjalankan sholat berjamaah tiba – tiba terdengar petir yang menyambar silih berganti, dan para penjudi itu tetap menjalankan aktifitas berjudi mereka tanpa menghiraukan kilatan petir yang menyambar. Setelah salam penanda selesainya sholat dilakukan terdengar suara petir yang memekakan telinga sontak para jamaah dimasjid itu kaget mendengar suara tersebut.

Tiba – tiba suara teriakan manusia terdengar dari luar, jamaah pun berlari keluar dan terlihat lah pandangan yang mengerikan para penjudi yang tadi sedang asik bermain sudah hangus tersambar petir tanpa sempat bertaubat. Pemuda yang tadi mengajak mereka pada kebenaran pun menangis histeris dia tidak menyangka teman – temannya mati dalam keadaan berdosa.

 

Kematian tidak menunggu kita siap untuk menghadapinya, maka jangan pernah menunda sedikit pun waktu untuk bermunajat kepada Yang Maha Agung. Karena saat kematian datang menghampiri namun belum sempat diri bersujud ikhlas kepada Nya maka hanya penyesalan yang kan menggerayangi kita kelak di alam kubur.

 

Created. Aulia Ikhsan ( Buah Tafakur )

About chandechildz

I'm the simple man Always happy everday every time every well View all posts by chandechildz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: