Menanti Hujan “Bab 3.1”

Bab 3.1 Menanti Hujan | Rintikan Iringi Sakit Ku
Hari Pertama ku menginjak kelas baru di semester baru. Kini aku semester dua di Universitas Pamulang, aku mengambil jurusan Teknologi Informatika atau biasa di sebut TI. Aku dan beberapa teman ku di pindahkan ke kelas baru dikarenakan begitu banyak yang out dikelas lama ku, hufh butuh berbaur lagi dengan atmosfer ruangan yang berbeda.
Kelas yang dulu ku huni berisikan kaum pria semua, yang kalau menurut mas Raditya Dika kaum yang hanya mempunyai 2 pilihan kalau tidak “Berengsek” ya “Homo”. Aku lebih baik memilih “Berengsek” karena aku masih menyukai wanita bukan pria -_-. Kelas ku yang baru ini Alhamdulillah berisikan beberapa wanita, hem yang aku lihat wanitanya baik – baik dan tidak terlihat tanda – tanda “Pasar” disini.
Aku begitu kaku di kelas baru ini, ku tunggu teman – teman ku dari kelas lama ku menunggu diluar ruangan karena ku merasa kurang begitu nyaman untuk langsung duduk di dalam kelas baru tersebut. “Ri … !” Teriak ku memanggil teman ku yang akhirnya datang juga. “Eh san, dah lama lu?” Sahutnya menyapa ku, “Dah dari tadi ri!” “Yang lain mana san?” Tanya ari pada ku “Lo liat gimana? Ya pada belum datang lah, pan lu tau pada ngaret semua…” “Terus kelas kita yang mane?” “Ini cuy … “ Sambil menunjukan pintu ruangan disebelah tempat ku duduk. “Lu napa gak masuk?” “Males cui, ada cewenya… Lu aja kalo mau masuk duluan!” Canda ku padanya, dia pun menoleh ke arah pintu yang terbuat dari kaca tembus pandang “owhh iye, yaudah tunggu yang laen aja dulu dah” Sahutnya pada ku. Dia punmengambil posisi duduk disamping ku. Kami pun berbincang sambil menunggu kedatangan teman – teman yang lain.
Tidak begitu lama akhirnya yang lain pun datang, “Waduh pada lama amet lu nyoh?” Sapa ku kepada mereka “Biasa san, kumpul di kostan dulu!” Sahut Bani salah satu teman ku, dia dianggap sebagai “Abang” bagi anak – anak kostan. Mungkin karena umurnya yang lebih tua di banding yang lain, “Nape belum masuk lu berdua?” Sahut Bani kepada ku “Males ban ada cewenya!” “Nyah elah cewe doang sih, ayo masuk!” Ajak dia kepada kami. “Lu aja duluan bang!” Sahut teman ku Egi yang datang bersamaan dengan dia “Iye lu aja duluan ban, berani gak?” Lanjut ku menimpali tantangan yang diberikan egi kepada dia. “Ayo san bareng – bareng …” “Tapi lou masuk duluan ya ban?” Pinta ku kepada bani “Lu duduk aja, ayo diri lah!” Aku pun lekas berdiri dan menemani bani masuk terlebih dahulu kedalam kelas yang diikuti teman – teman ku.
Saat pintu kelas dibuka ku berfikir Sepertinya kami terlihat begitu asing dikelas ini! “Assalamu’alaikum nih benar kelas 2G ya?” Tanya bani kepada salah seorang pria yang duduk di deretan terdepan “Iya bener … “ Sahut pria tersebut sembari tersenyum yang diiringi balasan beberapa orang penghuni kelas tersebut. Kami pun segera masuk dan menempati tempat duduk yang kosong dibagian belakang, ku merasa baru dengan suasana kelas yang baru kami tempati ini.
“Waduh kudu pembauran lagi nih!” Bisik ku dalam hati, aku memang memiliki sifat yang tidak mudah bergaul dengan orang – orang yang baru ku kenal. Aku penyendiri dan selalu menikmati kesendirian di sela – sela nafas ku.
Tak lama akhirnya semakin banyak mahasiswa yang berdatangan, mereka semua menyapa yang mereka kenal. Dan kami? Tetap merasa asing dengan atmosfer baru ini. Dosen jam pertama pun datang, dan biasa di hari pertama waktu nya perkenalan antara dosen dan mahasiswa. Sekilas ku lihat wanita – wanita penghuni kelas dan menyimak sikap mereka, ”Hemm sepertinya mereka wanita yang baik …”.
Jam kuliah pertama akhirnya terlewati, aku dan beberapa teman ku sejenak keluar untuk menghirup udara di luar kelas, “Wedeee akhirnya ada juga cewe nya …” Sahut ku kepada mereka, “Iya dong … Sekarang udah gak ‘batangan’ semua” Timpal Egi. Saat asik nya kami berbincang – bincang tentang keadaan di ruangan kami, teman – teman kami dari kelas sebelumnya yang terpecah datang menghampiri kami.
“Wedeee mau kemana ini?” Sahut Maychel kepada mereka, “Nyari udara seger aja chel ..” Timpal Agus salah satu dari mereka. “Gimana kelasan lou? Ada cewe nya?” Ejek ku kepada mereka. Kami tahu di kelas mereka yang baru yaitu kelas J tidak ada wanita, atau bisa disebut ‘Batangan’ semua. “Weee banyak cewe nya san … “ Canda Agus kepada kami. “Hahaa masih jadi ketua HIMAHO dong lu?” “Ahhh lou aja kali … Himaho dah bubar kan …”.
Himaho perkumpulan yang kami buat di Semester satu yaitu Himpunan Mahasiswa Maho, dikarenakan penduduk kelas tersebut adalah pria membuat kami merasa seperti sekumpulan pria pecinta sesama tepatnya hanya sekedar candaan para lelaki. “Selama kelas lou cwo semua HIMAHO tetap berjalan dibawah kepemimpinan lou gus …” Sindir ku diiringi tawa teman – teman ku. “Denis noh ketua HIMAHO ..” Sindir nya membela diri “Ooohh tidak bisa kelasan gue ada cewe nya gus … Mang lou batangan semua?” Sahut Egi menimpali perkataan agus.
“Futsal kapan lagi nih ban?” Sahut teman ku bernama zera, “Slow bisa diatur itu mah zer …” Balas Bany. “Jangan lama – lama lah … Gatel nih kaki!” “Tanding aja dah kelas lou lawan kelas gua?” Sahut Egi kepada Zera, “Ya elah dah kuat apa?” Balas zera di iringi tawa sindiran, “Nyah elah gak liat apa … kiper nya aja dah badai, striker ada Maychel ma Bany, Bek ada IB … Lah lou siapa?” Balas egi menantang. “Wah gak ngeliat dia ada Rama, gue, Sulhan, Agus … lou gak liat apa striker gue tuh Chardin …” Sahut zera sembari menunjuk team kelas mereka, “Ntar aja … w mw ngumpulin anak kelasan gua dulu” Timpal Bany kepada mereka.
Dikelas kami Semester 1 memang sering mengadakan latihan futsal setiap minggu nya yang rutin di jalani para peminat nya. Bany, Egi, Maychel, Zerra adalah sebagian dari beberapa orang yang meminati kegiatan ini. Aku pun belum baru beberapa kali ikut latih tanding dengan mereka, ya wajar saja olah raga yang ku sukai adalah Basket dan aku tidak begitu menyukai sepak bola sedari aku kecil. Yang sering ku tonton saja kartun dan animasi jepang bukan pertandingan liga – liga besar, seperti champion atau mungkin piala dunia. Aku tidak mengerti sama sekali tentang bola hingga pemainnya pun aku tidak mengetahui sama sekali.
Di saat setiap orang sibuk membicarakan pertandingan klub – klub kesayangan mereka, aku malah sibuk membicarakan tentang game online atau mungkin tentang animasi jepang naruto. “Apa enaknya nontonin 20 orang ngerebutin bola yang cuman 1, udah ada yang namanya penjaga gawang diem doang nunggu bola di shoot ke gawang …. Gak ada kerjaan lain apa? Mending gua ngopi …” Gumam ku dalam hati bila ada orang yang membicarakan tentang sepak bola, namun aku baru memahami dan mulai menyukai sepak bola semenjak teman ku Andri dan Ryo mengajak ku bermain Winning Eleven di console Play Station2 aku mulai meminati sepak bola dan mengikuti perkembangannya. Walau tidak se extreme teman – teman ku, tapi aku ada kemajuan dalam pandangan tentang Sepak Bola.
“Wah udah jam 1 nih … Gua balik duluan ye?” Sahut ku kepada mereka, “Ya elah mau kemana sih? Buru – buru amet …” Jawab Bany. “Biasa ban PENGACARA … Pengangguran Banyak Acara …Hahaaa” Tawa ku membalas kata – kata bany, “Ya elah paling pulang tidur … kalo gak tidur bangun …”Ketus egi kepada ku. “Mang mau kemana sih lu? Buru – buru amet … Banci aja belum pada keluar …” Ejek bany kepada ku diiring tawa yang lain. “Iya dah anak majelis mah sibuk mulu …” Tambah Zerra, “Nah lou tw tuh … Tar malem w ada pengajian zer …” “Ya elah ngaji malem aja juga … Slow bae apa …” Balas zerra. “Bukan gitu zer, masalahnya 2 jam perjalanan … Mending w ada motor, pan gua naik angkot lagian w juga harus prepair dulu …” “Iye dah …”Sahutnya kepada ku.
Aku pun segera melangkah menuju pintu keluar “Ya udah w duluan ye … lanjut besok aja nonggkrongnya …” Sahut ku pada mereka sambil menyalami mereka satu per satu. “Mau kemana lou buru – buru amet?” Tanya Agus kepada ku, “W mw ngaji gus …” Jawab ku padanya. “Owh bukan dari tadi aja lou pulang, menuh – menuhin lapak aja lou” “Asem lou gus …” Jawab ku ketus. “Hahaaa yaudah hati – hati firasat w gak enak …” Ejek agus kepada ku, “Bodo amet … Yaudah w balik dolo ye semua …. Assalamu’alaikum …” “Wa’alaikumsalam …” Jawab mereka hampir serentak.

About chandechildz

I'm the simple man Always happy everday every time every well View all posts by chandechildz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: